PPSP (Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman)


Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) adalah program nasional pembangunan sanitasi di Indonesia yang digagas oleh Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS) dengan mempromosikan Strategi Sanitasi Kota (SSK). SSK merupakan dokumen cetak biru berisi pembangunan sanitasi sebuah kota/kabupaten yang komprehensif. Program ini diresmikan tahun 2009 oleh Wakil Presiden Budiono dalam deklarasi yang dikeluarkan pada Konferensi Sanitasi Nasional (KSN) II.

PPSP diarahkan pada 3 sasaran, yakni:

  1. Menghentikan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun 2014, di perkotaan dan pedesaan.
  2. Pengurangan timbunan sampah dari sumbernya dan penanganan sampah yang ramah lingkungan
  3. Pengurangan genangan di 100 kabupaten/kota seluas 22.500 hektar.

Program ini juga untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia memenuhi tujuan-tujuan Millenium Development Goals (MDGs), khususnya yang terkait dengan Butir 7 Target ke-10 MDGs, yakni mengurangi hingga setengahnya jumlah penduduk yang tidak punya akses berkelanjutan pada air yang aman diminum dan sanitasi yang layak pada tahun 2015. Target PPSP adalah pada tahun 2015 dapat menjangkau 330 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Ternyata, hasil pencapaiannya jauh melebihi target. Sampai dengan tahun 2014 ini, telah 446 kota/kabupaten yang tercatat sebagai peserta program PPSP. Oleh sebab itu, PPSP diharapkan bisa menjadi payung bagi berbagai aktivitas terkait pembangunan sektor sanitasi yang berlangsung. Setiap kota/kabupaten mengimplelemntasikan pembangunan sanitasi dengan mengacu kepada SSK yang telah mereka buat.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai program PPSP, silahkan mengunjungi website www.sanitasi.or.id dan ppsp.nawasis.info